Modus Baru Penipuan Transfer Dana

Bank Indonesia (BI) menemukan
modus baru penipuan melalui
skema transfer dana nasabah
perbankan. Masih dengan cara
klasik yakni melalui pesan
singkat, si penipu mencoba mengagetkan seolah-olah
membeli rumah nasabah. “Ass., sy ibu Hj.nengsi yg brminat
& cocok mengenai rmh bpk/ibu,
tdi sy telfon tpi gak tembus-
tembus,masalah harga langsung
aja hub suami sy 085397838xxx.
Dr.H.Irawan” Itulah salah satu contoh pesan
singkat alias Short Message
Service (SMS) yang dikirim oleh
sang penipu yang ingin menjebak
si nasabah. Deputi Direktur Departemen
Mediasi dan Investigasi Bank
Indonesia (BI) Sondang Martha
Samosir mengungkapkan, sudah
banyak mendapatkan laporan
dari nasabah mengenai SMS tersebut. Ia menjelaskan,
modusnya ketika nanti si
nasabah mencoba menghubungi
nomor tersebut maka si penipu
akan berdalih ingin membeli
rumah dengan harga besar. “Walaupun memang harga
rumahnya tidak sebesar apa
yang ditawarkan. Lantas
nasabah bisa saja tertarik
seketika namun dengan
bermacam-macam dalih si nasabah harus transfer dana
dahulu dengan berbagai alasan,”
kata Sondang ketika berbincang
dengan detikFinance di Jakarta,
Jumat (20/4/2012). Sondang mengatakan, nasabah
mesti jeli untuk tidak mudah
percaya melalui orang-orang
yang meminta transfer dana.
Dengan bermacam-macam alasan,
Sondang meminta nasabah memastikan dahulu jika ingin
transfer. “Satu-satunya cara adalah
nasabah harus kenal dengan
orang yang akan di transfer
dananya. Dan memastikan
dananya sudah sampai atau
belum,” jelasnya. Lalu bagaimana dengan dana
nasabah hasil ‘kena tipu’
tersebut? Sondang mengatakan
kemungkinan dana nasabah
kembali cukup tipis. Namun tidak
ada salahnya ketika nasabah sadar salah mentransfer dana
kepada si penipu tersebut untuk
mengadukan ke bank dimana
rekening nasabah bernaung. “Sudah ada terobosan hukum
untuk dapat melakukan
pengecekan rekening si penipu,
pengembalian dana kepada
nasabah, pembekuan rekening
sementara hingga penutupan rekening,” papar Sondang. Melalui sebuah terobosan hukum
yang menjadi Standar Operating
Prosedur (SOP) bagi bank dikenal
dengan istilah ‘Bye Laws’ yang
menjadi acuan untuk
mengantisipasi penipuan rekening melalui transfer dana kepada
nasabah. “Melalui bye laws, antara bank
yang satu dengan bank lain bisa
melakukan pengecekan langsung
dan melakukan pembekuan
transaksi sementara bagi
rekening si penipu sehingga dananya tidak bisa keluar
ataupun masuk ketika nasabah
sudah mentransfer,” paparnya. “Tetapi perlu diingat juga dimana
nasabah harus cepat melaporkan
ke bank agar dana yang
ditransfer tidak sempat di ambil
si penipu,” imbuhnya. Sondang lebih jauh mengatakan,
penipuan melalui transfer dana
biasanya menggunakan rekening
dengan indentitas yang dibuat
secara palsu. Namun, dengan
adanya laporan nasabah maka rekening tersebut bisa tidak lagi
diaktifkan. “Sehingga mengantisipasi lebih
jauh adanya kejahatan yang
sama,” kata dia.