Sepeda Tenaga Surya….

Sepeda dikenal sebagai kendaraan anti polusi. Bahar Rozikin berkreasi membuat sepeda tenaga surya yang mampu melaju dengan kecepatan 25 km/jam dan bisa menjadi alternatif kendaraan di tengah ancaman kelangkaan BBM.

Harga premium maupun pertamax kian mahal, belum lagi kandungan emisinya yang membahayakan. Selain menguras kantong pengendara, kendaraan dengan bahan bakar minyaa (BBM) ini mengakibatkan polusi yang merusak lingkungan dan kesehatan. Belum lagi jumlah kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat di Indonesia semakin mebludak.

BBM sebagai sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui jelas akan habis jika kondisi ini tidak terkendali. Bahkan, sejumlah ahli ada yang memprediksikan cadangan BBM di Indonesia akan habis tahun 2020 mendatang.

Para ilmuwan di dunia berusaha mencari sumber tenaga alternatif yang bisa menggantikan minyak, gas ataupun batu bara, yaitu solar cell. Perangkat listrik yang memanfaatkan tenaga matahari ini bukanlah hal baru sebenarnya, termasuk untuk kendaraan. Negara Jepang sudah mengembangkan sepeda dengan tenaga matahari, bahkan di sejumlah tempat di Tokyo disediakan parkir khusus untuk sepeda tenaga matahari.

Sebaliknya di Indonesia, kendaraan dengan tenaga matahari ini masih jarang yang mengembangkan. Produsen maupun konsumen kendaraan masih asyik menggunakan BBM. Pengendara masih berpikir jika menggunakan sepeda bertenaga matahari gerakannya akan serba terbatas, apalagi pada malam hari.

Semua itu sudah diperhitungkan Rozikin dalam mengembangkan sepeda tenaga matahari. Sepeda kreasi salah satu pemilik bengkel genset di Desa Sekarkurung Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik ini mampu melaju dengan kecepatan 25 km/jam. Dan pada saat malam hari, tenaga yang tersimpan dalam baterai atau accu bisa membawa penggunanya menempuh jarak sejauh 30 km. Sepeda ini cocok digunakan untuk daerah kota-kota besar seperti Surabaya, yang sudah padat dengan kendaraan dan polusi.

Alumnus Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya ini mengawali idenya ini dengan merombak sepeda angin milik istrinya yang biasa digunakan untuk belanja ke pasar. “Sepeda istri saya ini saya ambil kerangkanya, dan kemudian saya modifikasi dengan menambahkan beberapa penompang,” kata Rozikin.

Sepeda tenaga matahari Rozikin mempunyai empat roda, satu roda di depan, dan tiga di belakang. Untuk membuat sepeda angin dengan tenaga surya ini Rozikin menambahkan dua solar cell di atas sepedanya. Solar cell yang berbentuk seperti papan dengan ukuran masing-masing 45 cm x 90 cm ini sekaligus digunakan sebagai atap pelindung pengendara dari teriknya matahari atau hujan. Dua solar cell yang dipasang di atas sepeda tersebut mampu menghasilkan energi 100 watt 12 volt DC.

Sistem kerja sepeda Rozikin ini sederhana, dua papan solar cell yang dipasang menerima energi dari sinar matahari. Kemudian energi tersebut di simpan dalam tiga accu. Dua di antaranya masing-masing berukuran 35 Ah (amphere hour), dan satu lagi 12 Ah. Ketiga accu masing-masing berkekuatan 12 volt DC. “Energi yang tersimpan dalam baterai ini kemudian digunakan untuk menggerakan motor DC yang dipasang di roda tengah bagian belakang,” ujar Rozikin.

Menariknya, sepeda bikinan Rozikin ini memiliki tuas yang bisa digunakan untuk mengatur kecepatan sepeda. “Sepeda ini biasa digunakan untuk istri saya berbelanja, terkadang juga mengantarkan anak saya sekolah. Sangat membantu, kita tidak perlu mengeluarkan ongkos untuk membeli bensin, kita juga tidak perlu capek mengayuhnya,” ujar bapak dua anak ini.

Untuk membuat sepeda tenaga surya perdana miliknya ini, Rozikin harus merogoh kocek sekitar Rp 6 juta. Dia membutuhkan waktu 3 bulan untuk mengerjakannya. Dikatakan, dirinya berniat terus mendesain agar sepeda tenaga matahari miliknya jadi lebih efisien dan nyaman dikendarai. Selain sepeda, Rozikin juga memanfaatkan solar cell untuk perangkat listrik yang ada di rumahnya

Iklan
By pirimiri Posted in bumi

2 comments on “Sepeda Tenaga Surya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s